Torvalds tahu resikonya mengunakan sistem GPL. Dia tidak akan mendapatkan unga banyak. Namun, dia berfikir bahwa dengan begitu akan banyak programmer dari seluruh dunia tertarik dan antusias untuk membantu linux membangun embrio sistem operasi tersebut. Bisa ditebak popularitas OS linux berkembang pesat.
Tahun demi tahun, korporasi besar menyadari akan pentingnya linux. Mereka menganggap perlu ada pesaing Micrisoft Windows. Mulai dari Oracle,Intel,Netscape,Corel pun mengungkapkan keinginanya mendukung linux. Hingga kemudian,Apache,webserver graisan yang sangat sukses dipasaran,mendukung sistem operasi linux.
Penggiat teknologi informasi menganggap Torvalds merupakan pahlawan. Dia sangat kontras dibandingkan Bill Gates. Betapa tidak, jika Bill Gates membuat OS untuk di jual dan menjadi kaya raya, dengan kata lain sangat berorintasi bisnis,maka Torvalds adalah kebalikannya.Trovalds tetap hidup dalam ke sederhanan karena OS buatanya digunakan secara cuma-cuma oleh siapapun yan membutuhkannya. Menurut Trovalds,apa yang dilakukan hanyalah untuk berbagi. Prinsip berbagi kepada sesama sangat diterapakannya.
Namun, seperti kata pepatah,rezeki memang tidak akan lari kemana-mana. Trovalds mendapatkan saham dari RedHat dan VA Linux (perusahaan pembuat Lnux untuk kalangan perusahaan). Ketika RedHat dan VA Linux (kini berubah nama menjadi VA Software)gopublic,nilai saham Linus dikedua perusahaan tersebut membengkak. Mendadak Linus Trovalds pun menjadi orang kaya raya.
Ketika Trovalds membagi-bagikan code sumber(source code) kernel Linux seukuran cakram via internet pada tahun 1991,dia menduga bahwa apa yang dimulainya melahirkan sebuah bisnis bernilai miliaran dollar dikemudian hari. Kini Linux mampu mengembangkan ke dalam server,komputer desktop,table PC,PDA,handphone,GPS,robot,mobil,hingga pesawat ulangaling buatan NASA.
Hingga kini lebih dari 20% pangsa pasar dekstop diseluruh dunia mengunakan Linux jauh diatas Machintosh dan terus mengejar desktop Windows. Kemudian lebih dari 12,7% server diseluruh dunia mengunakan Linux, jauh diatas UNIX,BSD,Solaris,dan terus meningkat mengerus pangsa pasar server Microsoft. Saat ini Linus meninggalkan posisi menjanjikan diperusahaan semikonduktor Transmeta
dan tinggal bersama istri dan tiga anaknya disebuah bukit didesa Portland, Oregon,USA,berdekatan dengan markas Open Source Development Laps.
Menanggapi kesuksesanya? Trovalds menganggap bahwa dia menghindari rencana jangka panjang.”Saya selau berfikir easy going dengan segala sesuatu yang baru. saya tidak berfikir sebelumnya saya menghadapi permasalahan itu,” paparnya. satu hal yang ada difikirannya adalah membuat Linux selalu lebih baik dan lebih baik lagi.
Trovalds pun selalu bangga bisa menciptakan jutawan baru dari Linux. Mulai dari RedHat,Suse,Debian,Mandriva,Ubuntu,dan banyak lagi penguna perantik lunak open source yang meraih keuntungan besar dari Linux.
Baru-baru ini Trovalds merilis Linux 2.6.30 kernel. Dia menyebutkan varian tersebut mampu menutupi kekurangan yang ada pada produk sebelumnya adalah adanya FASTBOOT, jadinya ada mekanisme untuk mempercepat proses operasianalnya.
“Saya yakin bahwa kita lupa akan sesuatu yang lain. Saya mengetahui bahwa kita memiliki beberapa hal terlupakan,”ungkap Trovaldsseperti dikutipakan dari SYS-CON media.”Kita berusaha menutupi kekurangan tersebut dengan varian baru yang lebih baik,” imbuhnya. Linux 2.6.30 dirilis untuk mengantikan Linux 2.6.29 yang baru dikeluarkan beberapa bulan.